On the Job Coaching

Pelatih Efektif

Pelatih lebih sering diasumsikan dengan dunia olahraga.  Tetapi seiring dengan berjalannya waktu dan pemahaman, pelatih memiliki cakupan yang lebih luas. Orang pun semakin mengidentifikasi pelatih yang efektif dan menganalisa karakter serta pendekatan efektif yang sebaiknya digunakan oleh seorang pelatih.

Karakteristik ideal seorang pelatih

Frank Broyles dan John Erickson (.., 20) menyatakan bahwa pelatih harus menjadi contoh bagi trainee. Berdasarkan pendapat dari beberapa pelatih, seorang pelatih yang baik harus memiliki pengetahuan tentang sumber daya yang dimiliki. Selain itu, pelatih yang ideal harus memiliki keterampilan dan kemampuan sebagai berikut :

  1. Merekrut sumber daya manusia yang akan bekerja bersamanya
  2. Membuat target dan tujuan
  3. Merencanakan dan mengatur
  4. Komunikasi
  5. Memotivasi setiap orang sebagai individu
  6. Mengajar
  7. Membenarkan dan mengkritik tanpa membuat resentment
  8. Membuat keputusan
  9. Mendengarkan
  10. Disiplin
  11. Mengukur performa dan kemajuan dari tujuan yang dimiliki
  12. Menemukan jalan terbaik untuk tim
  13. Menetapkan dan melaksanakan prioritas
  14. Bekerja efektif dalam tekanan
  15. Dapat menjalin hubungan baik dengan semua orang

Pelatih yang ideal juga memiliki kualitas pribadi sebagai berikut : antusias dan berdedikasi, percaya diri, kontrol diri, rendah hati, sabar, tekun, adil, perhatian, integritas dan jujur, hangat, ramah, bersedia mengakui kesalahan, optimis, menerima kritik, cerdik, humoris, visioner, luwes, berdaya juang tinggi, konsisten, menerima hasil dengan lapang, menjadi bagian tim, open minded, bermoral.

Manajer sebagai pelatih

Seorang manajer dalam dunia industri memiliki kesamaan fungsi seperti pelatih dalam dunia olahraga karena mereka memiliki banyak persamaan sebagai seorang pelatih. Menurut Florence M. Stone (…, ), tugas seorang manajer sebagai berikut :

  1. Sebagai role model
  2. Merekrut karyawan terbaik
  3. Menciptakan lingkungan kerja yang penuh motivasi
  4. Memperjelas harapan tentang pekerjaan serta strategi dan misi perusahaan
  5. Memberikan feedbackpada perilaku karyawan
  6. Menerapkan proses evaluasi kinerja sebagai alat ukur dan alat pengembangan
  7. Menyediakan pelatihan dan meningkatkan kinerja karyawan
  8. Menghargai setiap kinerja positif karyawan

Pendekatan dan Teknik Pelatihan

Pada umumnya, orang akan mengasumsikan kata pelatihan dengan konseling. Tetapi pada dasarnya, dua kata tersebut  memiliki arti yang berbeda. Pelatihan merupakan sebuah teknik untuk membuat perencanaan kerja karyawan untuk membuat mereka mengembangkan ilmu dan pengalaman. Terdapat dua teknik pelatihan antara manajer dan karyawan yaitu :

  1. Pelatihan harian (Day-to-Day Coaching)

Pelatihan jenis ini dapat membantu meningkatkan hubungan antara manajer dan karyawan. Pada pelatihan jenis ini, manajer harus siap membantu karyawan kapan pun karyawan melakukan kesalahan. Dan sebaliknya, apabila karyawan melakukan pekerjaannya dengan baik, maka manajer harus memberikan penghargaan.

Terdapat empat pendekatan yang bisa dilakukan seorang manajer jika  karyawannya melakukan kesalahan, yaitu :

  1. Mengabaikan kesalahan karyawan dan berharap mereka menyadari kesalahannya serta memperbaikinya sendiri
  2. Segera memberikan perhatian pada kesalahan karyawan dan meminta mereka untuk memperbaikinya
  3. Gunakan pendekatan tidak langsung. Dengan pendekatan ini, manajer bisa tahu karyawan mengerti kesalahannya atau tidak. Apabila karyawan tidak mengerti kesalahannya, maka tugas manajer adalah membantu karyawannya untuk memperbaiki kesalahannya
  4. Gunakan pendekatan “sandwich”. Pada pendekatan ini, manajer memberikan penghargaan atas kinerja baiknya, lalu beritahukan kesalahannya dan terakhir berikan ungkapan positif seperti “Saya percaya hal ini tidak akan terjadi lagi.”. Pada pendekatan “sandwich”, penghargaan harus diberikan di depan dan di akhir. Apabila hanya digunakan di depan, maka hanya akan  menjadi bumerang bagi pendekatan tersebut.

Tidak ada jaminan empat pendekatan di atas akan selalu berhasil untuk setiap permasalahan dan setiap karyawan. Hal yang paling penting adalah pelatihan harus dilakukan untuk memperbaiki kesalahan sekarang dan yang akan datang serta tidak menimbulkan perasaan tidak nyaman pada karyawan. Oleh karena itu, alangkah baiknya manajer melakukan persiapan sebelum  memberitahukan kesalahan karyawan.

  1. Pelatihan pada rencana peningkatan kinerja

Pelatihan jenis ini membutuhkan persiapan yang lebih panjang dari pelatihan harian. Program pelatihan ini, manajer dan karyawan harus membuat perencanaan peningkatan kinerja untuk jangka waktu tertentu dimana manajer memiliki fungsi untuk menjadi pengingat. Pelatihan jenis ini telah dibahas pada artikel sebelumnya

Walter Mahler mengadakan survey untuk mengukur praktek pelatihan oleh manajer. Hasilnya menunjukkan bahwa 50 % karyawan menjawab bahwa mereka tidak mengerti apa yang manajer pikirkan tentang kinerja mereka. Selain itu, hasil survey menunjukkan bahwa masalah yang timbul terjadi karena komunikasi, penilaian dan on the job coaching.

 

Head Office | Menara Rajawali Lt. 11 | Jl. Mega Kuningan lot 5.1 Jakarta Selatan 12950 | Phone : (62-21) 576 2727 | Fax : (62-21) 576 2736 | Email : Info@Stellarhr.co

Regional Office | Komplek Graha Asri K-12B | Jl.Ngagel 179-183 Surabaya 60246 | Phone : (62-31) 502 0203 | Fax : (62-31) 503 9034 | Email : Info@Stellarhr.co