8 Metode Meningkatkan Kinerja Karyawan dalam Bekerja

Tantangan terbesar bagi seorang manajer dalam berbagai tipe perusahaan adalah mengenai bagaimana memunculkan kinerja maksimal pada tiap individu karyawan. Secara garis besar, untuk mendapatkannya seorang manajer hendaklah memberikan motivasi terhadap karyawan sehingga mereka dapat memberikan yang terbaik bagi perusahaan dan memastikan adanya perubahan yang dihasilkan sebagai timbal balik dari proses memaksimalkan kinerja perusahaan.

8 Metode Meningkatkan Kinerja Karyawan dalam Bekerja

Membuat pekerjaan menjadi penting. Untuk mendapatkan performa kerja karyawan yang maksimal, seorang manajer haruslah menetapkan pekerjaan-pekerjaan yang penting bagi para karyawan. Pekerjaan yang tidak penting akan menciptakan kemalasan bagi para karyawan dalam proses pengerjaannya. Hal ini disebabkan karena para karyawan beranggapan bahwa tanpa mereka sistem kerja tidak akan mendapatkan gangguan berarti dan akan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Di sisi lain, pekerjaan yang mempunyai nilai kepentingan tinggi akan membuka pemikiran bahwa kinerja mereka sangatlah dibutuhkan dalam sistem kerja perusahaan.

Memilih orang yang tepat. Adalah hal yang sangat penting untuk fokus terhadap pemilihan karyawan bagi suatu posisi jabatan tertentu. Ketika proses ini tidak diperhatikan dengan baik, jelas akan memberikan dampak serius pada keseluruhan sistem kerja. Syarat potensi yang ada dalam tiap diri karyawan hendaklah ditentukan, sehingga terdapatlah parameter dalam proses penentuan ini. Hal yang paling sulit adalah untuk mencocokkan antara jenis posisi jabatan dengan karyawanyang akan mendudukinya. Pihak manajer perusahaan hendaklah melakukan pengecekan ulang terhadap standard potensi dan kriteria yang diperlukan untuk menduduki jabatan tersebut.

Melakukan klarifikasi terhadap apa yang diharapkan. Terkadang, karyawan merasa frustasi karena mereka tidak memahami secara jelas apa yang diharapkan oleh supervisor. Dalam permasalahan ini, karyawan cenderung untuk melakukan apa yang mereka pikir benar, tanpa memikirkan apa yang sebenarnya diharapkan. Akan lebih baik jika karyawan memastikan standard ketepatan kerja sehingga karyawan dapat bekerja secara maksimal terhadap tugas yang diberikan. Pihak supervisor akan merasa puas terhadap kinerja karyawan dan karyawan pun aakan merasa bangga dapat mengerjakan tugas mereka dengan baik.

Memberikan pelatihan terhadap karyawan. Walau pun suatu jabatan dan karyawan telah sesuai dan cocok, program pelatihan akan membantu proses pemaksimalan kinerja karyawan dalam bertanggung jawab terhadap pekerjaan dan jabatannya. Program pelatihan mencakup pengajaran tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Terkadang, supervisor memberikan pelatihan secara langsung terhadap karyawan; tetapi tetap mungkin bagi supervisor meminta pihak lain sebagai instruktur pelatihannya. Kriteria instruktur pelatihan mencakup beberapa hal:

  • Pengetahuan dan keterampilan dalam bekerja.
  • Keinginan untuk mengajar
  • Keterampilan berkomunikasi
  • Kesabaran
  • Sikap positif terhadap organisasi kerja dan jabatan kerja yang akan dipelajari
  • Pengetahuan terhadapa metode dan prosedur pengajaran
  • Waktu untuk mengajar

Melakukan evaluasi dan komunikasi terhadap penilaian. Karyawan yang telah  mencoba untuk melakukan performa terbaik mereka dalam bekerja tentu ingin mengetahui penilaian terhadap kinerja mereka, dan ini menjadi tanggung jawab manajer untuk melakukannya. Hal ini memerlukan evaluasi terhadap kinerja karyawan dan melakukan komunikasi terhadap proses evaluasi yang telah dilakukan. Hal ini dapat dilakukan melalui cara formal maupun non formal.

Membantu karyawan meningkatkan kualitas diri. Suatu penilaian harus dapat menilai segala macam aspek kinerja karyawan. Penilaian itu haruslah dapat melihat secara teliti kinerja karyawan sebagai individu. Ketika proses penilaian telah selesai, manajer dan karyawan dituntut untuk memiliki keselarasan pandangan terhadap hasil penilaian, sehingga dapat dilakukan perencanaan program implementasi demi mencapai peningkatan kualitas kerja dalam diri karyawan.

Membuat dan memilihara hubungan. Hubungan yang baik merupakan simbol keharmonisan hubungan kerja antara pihak manajer dan pelatihan. Untuk menciptakan hubungan yang baik, manajer dituntut untuk memahami apa yang dibutuhkan dan diinginkan karyawan. Terdapat beberapa cara untuk memabangun hubungan yang baik. Pertama, manajer hendaknya tidak sungkan untuk memberikan pujian terhadap kinerja karyawannya dan memberikan bonus jika perlu. Cara lainnya adalah dengan memperhatikan hal-hal yang bersifat pribadi dalam diri karyawan, seperti hobi, keluarga, masalah, dan hal-hal yang dapat menyentuh hati para karyawan. Proses ini dapat menunjukkan keseriusan manajer dalam membentuk hubungan yang baik dengan karyawan dalam jangka panjang.

Pemberian penghargaan terhadap kinerja yang memuaskan. Memberikan penghargaan untuk karyawan yang menunjukkan peforma kerja maksimal merupakan hal yang sangat penting dalam mempengaruhi semangat kerja karyawan. Penghargaan dapat berwujud moneter/finansial, seperti uang insentif, bonus, pembagian keuntungan, dan hadiah materi; pun dapat berupa penghargaan non-moneter/non-finansial, seperti pujian, tugas khusus, tanggung jawab lebih, diskusi khusus, dan lain sebagainya.

Head Office | Menara Rajawali Lt. 11 | Jl. Mega Kuningan lot 5.1 Jakarta Selatan 12950 | Phone : (62-21) 576 2727 | Fax : (62-21) 576 2736 | Email : Info@Stellarhr.co

Regional Office | Komplek Graha Asri K-12B | Jl.Ngagel 179-183 Surabaya 60246 | Phone : (62-31) 502 0203 | Fax : (62-31) 503 9034 | Email : Info@Stellarhr.co